JAKARTA — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Jakarta Timur resmi mencanangkan program urban farming (pertanian perkotaan) di lingkungan madrasah. Langkah inovatif ini diambil sebagai strategi cerdas dalam mengantisipasi dan menyiasati keterbatasan lahan di area sekolah yang berada di tengah padatnya kawasan perkotaan. Melalui program ini, pihak madrasah memanfaatkan setiap sudut ruang kosong yang tersedia untuk diubah menjadi area hijau yang produktif dan bernilai edukasi tinggi.
Pencanangan program hijau ini diinisiasi secara langsung oleh Kepala MIN 12 Jakarta Timur, Hairunisah. Beliau menegaskan bahwa keterbatasan lahan perkotaan tidak boleh menjadi penghalang bagi warga madrasah untuk tetap produktif dan mencintai lingkungan. Hairunisah berharap program ini dapat menjadi stimulus bagi para siswa dan guru untuk memahami pentingnya ketahanan pangan mandiri yang bisa dimulai dari lingkungan terkecil seperti sekolah.
Program urban farming ini berfokus pada budidaya berbagai jenis tanaman pangan, mulai dari sayur-mayur hingga buah-buahan yang relatif mudah dirawat namun kaya manfaat. Berbagai komoditas hijau kini mulai menghiasi area madrasah, di antaranya adalah kacang panjang, ketimun, cabai, pakcoi, jeruk, labu parang, serta bayam. Pemilihan jenis tanaman ini disesuaikan dengan karakteristik metode pertanian perkotaan yang cepat panen dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.
Kegiatan bercocok tanam di lahan sempit ini dilaksanakan secara bergotong-royong yang melibatkan seluruh elemen madrasah, mulai dari para guru, staf, hingga para murid. Pihak madrasah memanfaatkan berbagai metode pertanian modern yang ramah lahan, seperti penggunaan pot dinding, vertikultur (rak bertingkat), hingga hidroponik. Proses penanaman awal dan penataan area urban farming ini telah rampung dilaksanakan pada pekan ini di sepanjang koridor dan area atap (rooftop) sekolah.
Alasan kuat di balik pelaksanaan program ini adalah untuk memberikan edukasi praktis kepada para siswa mengenai sistem ketahanan pangan sejak dini. Di tengah pesatnya pembangunan kota Jakarta yang menggerus lahan pertanian, MIN 12 Jakarta Timur ingin membuktikan bahwa ruang sempit pun bisa disulap menjadi sumber pangan yang sehat. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih asri, sejuk, dan nyaman sebagai pendukung proses belajar mengajar.
Untuk memastikan keberlanjutan program, Hairunisah menjelaskan bagaimana sistem perawatan tanaman ini akan diintegrasikan langsung ke dalam kegiatan pembelajaran siswa. Setiap kelas akan diberikan tanggung jawab untuk merawat plot tanaman tertentu secara bergantian di bawah bimbingan guru. Dengan cara ini, para siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan langsung ilmu biologi dan lingkungan hidup, sekaligus menikmati hasil panen sayur dan buah yang mereka tanam sendiri.
WORKSHOP PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA (KBC) MIN 12 JAKARTA TP. 2025/2026

MIN 12 Jakarta Timur bersama dua Madrasah Negeri lainnya bergabung mengadakan workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Favehotel PGC Cililitan pada Jum’at , 27 Juni 2025. Hadir dalam acara ini Hery Purnawan Kamad MIN 12, Faozi Kamad MIN 16 dan H.Mohammad Ansori Kamad MIN 3 . Turut hadir para narasumber. Peserta workshop adalah seluruh guru MIN 12, MIN 16 dan MIN 3, ada juga beberapa guru Madrasah swasta lainnya yang bergabung.
Acara dibuka secara resmi oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta , Viola Cempaka, yang dalam sambutannya menyampaikan ”Deep Learning Adalah sesuatu hal baru yang dikeluarkan oleh pemerintah tetapi bukan sesuatu barang baru. Kedua hal ini adalah bukan merubah kurikulum tapi adalah dilakukan pendekatan – pendekatan untuk lebih memantapkan output dari hasil proses pembelajaran . Bapak ibu sebagai para guru dan sebagai motor dari pembelajaran dimana saja diharapkan bisa langsung menangkap dan mengadaptasi apa yang dilakukan kebijakan ini seperti kurikulum cinta. Kurikulum cinta bukan kurikulum baru hanya bagaimana mengimplementasikan nilai-nilai kasih sayang, toleransi dan tolong menolong termasuk juga deep learning. Oleh karena itu saya sangat menyambut baik sekali acara hari ini karena untuk bagaimana melakukan penguatan- penguatan dalam hal kebijakan-kebijakan baru ini.”
Selanjutnya acara workshop setiap MIN dilakukan di aula yang berbeda. Workshop inovatif bertajuk “Deep Learning untuk Menumbuhkan Rasa, Karsa dan Cinta dalam Proses Pendidikan” menghadirkan narasumber sekaligus sebagai pengawas Madrasah di lingkungan Ciracas Wawan Kurniawan , yang memaparkan konsep dasar deep learning, tujuan deep learning, DPL ( delapan dimensi kelulusan ) , dan prinsip deep learning . strategi praktis untuk mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran di kelas. Penyampaian materi berlangsung interaktif, dilengkapi dengan sesi praktik langsung agar peserta dapat merasakan penerapan pembelajaran ini secara nyata.
Atmosfir antusiasme begitu terasa, terlihat peserta yang aktif berdiskusi dan bertanya, menunjukkan tingginya minat terhadap topik ini. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan MIN 12 Jakarta Timur, sekaligus mempersiapkan pendidik menghadapi tantangan ke depan.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dan prinsip dasar pembelajaran mendalam sebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bemakna dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga, secara holistik dan terpadu. Harapannya dengan penerapan pembelajaran mendalam akan mewujudkan 8 dimensi profil lulusan( Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi.










Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
MATSAMA MIN 12 JAKARTA TAHUN 2025
Assalamualaikum wr wb
Bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah ditahun ajaran 2025/2026 Senin, 14 Juli 2025 MIN 12 Jakarta juga mengadakan kegiatan MATSAMA. MATSAMA adalah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah. Ini adalah kegiatan orientasi atau pengenalan lingkungan madrasah yang diadakan pada awal tahun ajaran baru untuk peserta didik baru agar lebih mengenal lingkungan madrasah, guru, karyawan serta kegiatan yang ada di Madrasah..
Maka dari itu Kepala Madrasah Ibtidaiyah 12 Jakarta Bapak Heri Purnawan, M. Pd menegaskan bahwa “Kegiatan MATSAMA ini harus dilaksanakan dan diikuti dengan baik oleh peserta didik baru, agar bisa lebih mengenal lagi MIN 12 Jakarta serta buatlah peserta didik baru MIN 12 Jakarta merasa senang dan nyaman untuk mengampuh pendidikan di MIN 12 Jakarta”.
Jadi, selamat datang dan selamat bergabung untuk peserta didik baru di keluarga besar MIN 12 Jakarta.
